Sarang merah terjadi kerana proses decompose yang terjadi keatas kotoran najis burung walit.

Andy Chong to jahani

My friend,

Attached please find the document about making red bird nests.

Saya amat tertarik dengan tulisan awak mengenai sarang merah. Sebenarnya, tidak banyak kaji selidik secara saintifik dalam hal ini yang telah dijalankan dan lebih jauh sekali sebarang penerbitanya dibuat.

Maklumat yang ada pada hari ini adalah sarang merah ini dihasilkan dalam rumah burung yang tidak dibersihkan tahinya dan sarang burung merah itu telah lama tidak dipanen. Oleh yang demikian, kandungan ammonia yang tinggi telah bertindak balas dengan sarang putih dan bergantung kepada tempuh, akan bertukar warna kepada kekunigan sebelum menjadi merah.

Saya sendiri tidak pernah lihat sarang merah ini tetapi pernah lihat dalam video rbw Medan. Jikalau ada peluang, saya juga ingin melihat dengan mata kasar saya sendiri. Pernah satu cebis sarang kecil saya jatuh dalam takungan air yang mengandungi tahi burung dan bahagian yang terkena air tahi itu memang menjadi merah!

Dalam beberapa hari lagi, saya ingin mengunjungi saudara kalau jadual mengizinkan.

Sekian,

Salam mesra.

Andy

Ini pula catatan oleh Pak Hendry Mulia, Pengarang buku “Strategi Memikat Walet Jitu”

Jaman dahulu orang sering menyebut sarangmerah sebagai sarang darah, pada kenyataannya dan sejak dulupun dimengerti bahwa sarang merah terjadi karena proses alamiah yang terjadi di dalam rumah burung walet, namun karena harga sarang merah ini lebih tinggi dibandingkan harga sarang putih, maka banyak orang merahasiakan proses terjadinya sarang merah.
Pada waktu itu saya katakan bahwa sarang merah bukanlah sarang darah atau dihasilkan oleh burung yang tua dan liur yang dikeluarkan mengandung darahnya, tapi hal itu terjadi karena proses decompose yang juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban rumah burung walet.

Secara logika, bila darah tersebut kering tentunya warnanya tidak lagi merah tapi berubah warnanya menjadi coklat kehitam-hitaman dan bahkan hitam.

Pada awalnya sarang tersebut berwarna putih, karena adanya proses dekomposisasi atas kotoran burung walet/sriti dan suhu & kelembaban di dalam rumah walet akhirnya gas yang dihasilkan dari proses decompose tersebut mengenai sarang burung walet tersebut sehingga warnanya berubah dari putih ke putih kekuning-kuningan, orange dan akhirnya sarang tersebut berwarna merah dan bahkan berwarna merah darah. Proses ini memakan waktu sekitar 3 – 6 bulan.

Sarang warna merah dengan proses alami akan berbeda dengan sarang warna merah yang dibuat secara instan.

Banyak sarang merah yang dibuat di luar rumah burung walet, dalam arti kata prosesnya dilakukan secara sengaja dengan membuat kolam ukuran 1m x 1m dan memasukkan kotoran burung walet ke kolam tersebut dan seterusnya…. warna merah disarang tersebut rata, semuanya berwarna merah dan tidak seperti yang terjadi secara alami di rumah burung walet.
Oleh karena itu kita harus teliti dalam membeli sarang merah.

Posted on 12 March, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: