Menara masjid tempat burung walit bersarang

Allah memberi rezeli kepada siapa yang dikehendakinya. Bantuan Allah SWT didatangkan dalam berbagai cara untuk membantu hamba yang dicintainya.  Saya pernah cerita tentang rumah burung walit yang didirikan berhampiran dengan mesjid lebih cepat berhasil berbanding dengan kawasan yang agak jauh dengan mesjid. Itu kenyataan Ir IrmanTjahdi pembicara undangan seminar walit di Pulau Kapas, Terengganu.

Hari ini saya baca dalam blog Pak Hendri Mulia sepertimana berikaut :-

Menara Menara Masjid Agung “Baitul Hikmah” – banyak burung walet

“ Ketinggian Menara Masjid Agung Baitul Hikmah adalah 70 meter. Masyarakat Tanjung Redeb sering menggunakan menara tersebut untuk melihat kota dari atas. Sejak menara tersebut dihuni oleh ribuan burung walet, pengurus Masjid tidak lagi memperbolehkan masyarakat sekita untuk naik ke menara.

Ratusan sarang burung walet dipanen setiap bulannya, namun sarang burung walet di menara Masjid ini belum dikelola dengan baik. Diharapkan di masa mendatang keberadaan burung walet di Menara Masjid ini dikelola dengan benar dengan melakukan perubahan yang memadai namun tanpa mengubah bentuk menara Masjid Baitul Hikmah.

Keberadaan burung walet di Menara Masjid Baitul Hikmah menandakan bahwa di daerah ini banyak burung walet yang belum mempunyai rumah. Berdasarkan informasi rekan saya yang pernah ke sana, memang benar bahwa di Tanjung Redeb belum ada rumah burung walet yang dibuat secara khusus.

Kubah Mesjid Agung bersarang walet putih

TANJUNG REDEB– Berkah dan rahmat Allah SWT dijumpai di antara kemegahan bangunan Mesjid Agung Baitul Hikmah Jl APT Pranopto. Kubah masjid kebanggaan masyarakat Kabupaten Berau yang dibangun sekitar tahun 2003 itu atas ridho-Nya menjadi tempat bersarang burung walet. Jenisnya, adalah sarang burung walet (SBW) putih yang diketahui memiliki nilai ekonomi tinggi hingga jutaan rupiah per kilonya.

Bila berhasil dipelihara dan dikembangkan, bukan tidak mungkin pengurus mesjid ini tidak lagi merasa berat dalam hal biaya rutin seperti belanja, pemeliharaan masjid, termasuk gaji petugas yang memang tidak sedikit tiap tahunnya.


Kabag Humas dan Penerangan Setkab Berau Drs H Datu Supriatma mengatakan, keberadaan SBW putih itu akan berusaha dikembang biakkan. Terlebih dahulu akan dilakukan pembenahan beberapa kondisi lingkungan yang ada sehingga burung walet bisa betah bersarang tanpa mengurangi fungsi dan kebersihan mesjid sendiri.


“Guna memastikan keberadaan SBW putih itu, baru-baru ini bupati dan wakil bupati, sekkab, unsur Muspida, pejabat termasuk pihak kontraktor yang membangun masjid yakni PT Total Bangun Persada telah melakukan pantauan. Dan, memang jenis sarang adalah sarang burung walet putih,” jelas Datu. belum lama ini.


Menurutnya, keberadaan sarang walet putih itu sempat menimbulkan tanda tanya mengapa ada burung walet bisa bersarang di kubah masjid. “Jadi keberadaan sarang wallet tersebut akan terus dikembangkan dan direncanakan menjadi salah satu aset masjid untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan,” tandasnya. Karena itulah, pihak masjid juga diminta untuk memperketat pengamanan aset ini berupa penambahan petugas sekuriti. (sp)”

 

Catitan penulis:

Tanjung Redep terletak di Kalimantan Timur Indonesia.  Berbicara tentang keberkatan Allah Kahiril Sani Wong pernah menceritakan kepada saya terdapat sebuah Pasentren (Sekolah Agama ) di Indonesia . Terdapat rumah burung walit disekitar pasentren tersebut sangat banyak dihuni oleh walit. Hasilnya mencukupi bagi membiayai pelajar dan guru-guru disitu. Seorang non muslim cuba membangunkan rumah walit berhampiran kawasan tersebut. Namun begitu rumah walitnya kosong.

Seorang imam di Mesjid Al Hidayah Tanjung Balai, Pak Agus menceritakan kepada saya pasentren tempat beliau belajar dahulu berhampiran dengan jambatan. Dihujung jambatan yang bersebelahan dengan pasentren tersebut dihuni oleh walit membuat sarang. Sedangkan disebelah hujung jambatan yang satu lagi langsung tidak dihuni oleh walit.

Di Malaysia bagaimana?. Mungkin bangunanan jabatan kerajaan seperti pejabat daerah terdapat burung walit bersarang. Adakah terdapat inisiatif pihak-pihak tertentu bagi mengambil manfaatnya dan tidak lagi bergantung kepada sumbangan kewangan dari pihak lain untuk menjalankan aktiviti jabatan untuk kakitangan.

Posted on 7 October, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: